Budaya dalam Entertainment

catatan ini saya buat sebagai tugas akhir mata kuliah Media and Entertainment pada semester 4 bersama dengan teman-teman sekelompok.


1.Judul / Topik
Sinetron “si doel anak sekolahan” sebagai entertainment yang sarat budaya betawi di era modern.

2.Situasi terkini
Masyarakat sekarang lebih suka dengan cerita horror, terbukti dalam beberapa tahun terakhir film genre horror lebih mendominasi layar kaca maupun layar lebar, Industri entertainment sekarang ini lebih banyak menjual mimpi, hal-hal yang terkait dengan kemewahan dan sesuatu yang berlebihan dan dampak dari globalisasi itu sendiri membuat masyarakat berkiblat pada budaya barat sehingga kurang tumbuh rasa cintanya terhadap budaya sendiri selain itu masyarakat juga lebih menyukai sesuatu yang kontroversial dan berbau skandal sehingga membuat antusiasme masyarakat hanya untuk jangka waktu tertentu.

Sebagai contoh dalam dunia hiburan saat ini wajah-wajah indo lebih di minati masyarakat seperti Manohara yang memiliki wajah indo dan sulit untuk berbicara bahasa
Indonesia. Skandal rumah tangganya membawa manohara ke puncak popularitas dan memnempatkannya sebagai wanita paling terkenal diIndonesia saat itu. Semua media meliput berita tentang Manohara selama beberapa minggu. Dan hal tersebut berlangsung hanya dalam jangka waktu tertentu, dan kemudian masyarakat akan merasa bosan.
3.Apa yang menarik dan signifikan
  • Cara orang-orang betawi berinteraksi dengan masyarakat modern
- Sebagai contoh Si Doel anak betawi asli yang berasal dari keluarga sederhana dapat bersosialisasi dengan lingkungan tempat dia bekerja yang kebanyakan masyarakat modern.
- Keluarga Si Doel yang berlatar belakang betawi asli dapat hidup rukun berdampingan dengan suku lainya seperti Mas Karyo (Jawa), Tukang Kredit peralatan dapur (Sunda), A Hong (Chinesse) yang memiliki toko material yang naksir Jaenab.
  • Sisi Tradisional dari sinetron si doel di era modern ternyata bisa di jadikan sebagai suatu entertainment.
  • Cara hidup mereka yang sedehana dan realistis dan apa adanya
Menceritakan tentang bahtera kehidupan sebuah keluarga
  • Sisi humor yang terkandung dalam sinetron tersebut memberikan hiburan yang cukup segar dan mengocok perut dalam nuansa betawai yang sangat kental.

4.Kenapa menarik dan signifikan
  • Faktor kelangkaan
Sekarang ini jarang sekali di jumpai sinetron yang mengangkat kehidupan sehari-hari dan sarat unsur budaya.
  • Faktor bahasa
Menggunakan logat bahasa betawi yang kental dalam kehidupan sehari-harinya dan memberikan unsur humor dalam dialog tersebut.
  • Nilai-nilai moral
Mengandung nila-nilai agama,kejujuran,tenggang rasa,kesabaran,kerja keras.dan idealis.

5.Unsur apa yang menarik dan signifikan
  • Unsur Pemain
Cara tokoh berpakaian sehari-hari mencerminkan budaya betawi yang mereka miliki.
  • Karakter Tokoh
Mandra: Tidak bisa membaca, polos, jujur, spontan
Mas Karyo: mas-mas Jawa yang sok bisnisman, jujur, dekat dengan keluarga Doel.
  • Property
Opelet tua yang digunakan babe doel narik, sumur tua ,sepeda ontel Engkongnya doel, bale-bale, burung perkutut mas karyo, warung mak nyak, pintu kamar mandi yang hanya terbuat dari seng, jemuran dari raffia, perlengkapan salon si Atun.
  • Setting tempat : warung yg terpisah dari rumah, rumah mas karyo( tetangga yang hanya di pisahkan pagar bambu)
  • Musik : Tanjidor saat perkawinan atun.

6.Analisis awal
  • Mencerminkan Media sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hiburan-hiburan.
  • Menurut kami, belum ada sinetron lain dengan tema yang sama yang dapat menandingi kesuksesan si Doel Anak Sekolahan. Yakni berawal dari sebuah novel karangan Sumandjaja, kemudian di realisasikan menjadi film pada tahun 1973 bahkan merilis sampai 9 film. Dan pada tahun 1996 di bualtah sinetron Si Doel Anak Sekolahan dengan cerita realistis di tengah tengah modernisasi.
  • Pada masanya Si Doel Anak Betawi meraih kesuksesan dengan rating yang tinggi. Kemudian di lanjutkan dengan kesuksesan Si Doel Anak Sekolahan hingga merilis beberapa season dengan puluhan episode di tiap seasonnya. Hingga kini meskipun sinetron Si Doel Anak Sekolahan sudah tamat, masyarakat masih tetap menanti-nanti dan menikmatinya jika sinetron tersebut di putar kembali.

7.Apa kaitannya dengan teori
Tayangan – tayangan televisi dapat mempengaruhi ataupun merubah pola pikir masyarakat. Dengan ini kami memilih teori pembelajaran secara sosial karena sinetron si Doel menurut kami mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap pola pikir masyarakat.
Kami juga memilih teori kultivasi karena si doel merupakan salah satu sumber pembelajaran budaya dan adat istiadat yang sebelumnya tidak banyak diketahui oleh msyarakat.
a. Teori pembelajaran social (social learning theory),oleh albert bandura yang dikutip oleh ardiyanto dan ardinaya :
teori ini menjelaskan bahwa pemirsa meniru apa yang mereka lihat di televisi melaui suatu proses observational (pembelajaran hasil pengamatan). “Ganjaran” dari karakter TV diterima pemirsa sebagai perilaku antisosial (contoh: toleran terhadap perilaku kriminalitas dan menggandrungi kehidupan glamour seperti di TV).


b. Teori kultivasi
Merupakan sarana utama untuk belajar tentang masyarakat dan budaya melalui kontak dengan TV dan media lain, anda belajar tentang dunia, orang – orangnya, nilai – nilainya serta adat kebiasaannya. Pecandu TV bersikap stereotip tentang sebuah peran dalam serial TV, contohnya pemirsa berpikir bahwa semua bandit berwajah seram. TV merupakan media yang paling ampuh, terutama bila kontak dengan TV sangat sering dan berlangsung dalam waktu yang lama.

8.Analisis berdasarkan teori 1
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, kebanyakan penduduk asli betawi tidak mementingkan pendidikan yang tinggi untuk anak – anak mereka, karena menurut mereka, sekolah – sekolah tinggi adalah peninggalan penjajah (Belanda) sehingga mereka tidak ingin anak – anaknya mengikuti budaya Belanda. Namun dengan adanya sinetron si Doel, pola pikir masyarakat cenderung berubah. Mereka lebih terbuka pada hal – hal baru, terutama pendidikan. Hasil survey menyatakan bahwa banyak dari masyarakat betawi yang akhirnya menyekolahkan anak mereka hingga jenjang yang tinggi.

9.Analisis berdasarkan teori 2
Sinetron si Doel memperkenalkan budaya betawi kepada masyarakat luas. Melalui TV, masyarakat diperkenalkan pada kesederhanaan,cara hidup serta cara mereka bersosialisasi. Pemirsa yang mengikuti sinetron ini, terutama yang tidak pernah melewati penayangannya, akan terbiasa melihat budaya betawi dan lama kelamaan tidak lagi merasa asing dengan kebiasaan itu. Dengan 7 musim penayangannya, masyarakat akhirnya memiliki pikiran ‘stereotype’, contohnya, untuk karakter


KESIMPULAN
Saat ini, masih jarang sinetron yang ide ceritanya mengandung unsure pendidikan. Berbeda dengan tanyangan si Doel anak sekolahan yang memberikan unsur pendidikan dalam pengemasan cerita yang menarik pula. Sinetron ini memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi pemirsanya, agar terdorong untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi dan tidak mudah menyerah dengan penilaian publik yang banyak meremehkan “orang kampung”. Sinetron ini sangat diminati masyarakat, bukan hanya di dalam negri, namun juga luar negri. Si doel anak sekolahan ditayangkan di TV Garuda Belanda. Dan disana pun, sineteron ini mendapat sambutan yang sangat baik. Hal ini membuktikan bahwa Si Doel anak sekolahan sangat sukses menjadi entertainment yang sarat budaya betawi di era modern saat ini.

0 komentar:

Poskan Komentar