perbandingan sistem politik

tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Indonesian Political System pada semester 5.

INDONESIAN POLITICAL SYSTEM

1. Buat perbandingan antara Sistem Politik otoriter dan Demokrasi dengan segala kekurangan dan kelebihannya ?

· Sistem Politik Otoriter adalah Sistem Politik terpusat dimana kekuasaan berada di tangan satu pihak saja.

Misalnya : Presiden, presiden tidak bertanggung jawab kepada siapa-siapa karena semua kekuasaan dipegang penuh olehnya. Dia juga memegang kekuasaan legislative yang mestinya di jalankan oleh parlemen,dan juga dia menjadi Hakim tertinggi atau Yudikatif yang seharusnya dijalankan oleh Mahkamah Agung. Tidak ada pemilihan umum dimana rakyat bebas memilih atau menggantikannya.

a. Advantages :

- Presiden memiliki kekuasaan Penuh atas semua perintahnya.

- Tidak ada persamaan dan kebebasan politik.

- Sama rata dan sama rasa dalam kebutuhan materil.

- Identitas bersama bersifat sacral dan ideology sebagai agama politik.

- Hubungan kekuasaan Monopoli , sentral tunggaldan non consensus ada pimpinan partai.

- Legitimasi kewenangannya totaliter ,doktriner dan paksaan.

b. Disadvantages :

- Tidak ada kebebasan Pers.

- Segala keputusan baik yudikatif atau pun legislative harus di tentukan oleh presiden.

- Legitimasi kewenangannya totaliter ,doktriner dan paksaan.

- Legitimasi kewenangannya totaliter ,doktriner dan paksaan.

· Sistem Politik Demokrasi yaitu adanya perlindungan hak asasi manusia , menjunjung tinggi hukum , tunduk terhadap kemauan orang banyak , tanpa mengabaikan hak golongan kecil agar tidak timbul diktator mayoritas. Sebuah system politik demokrasi akan bertahan apabila bersumber pada “ kehendak rakyat “dan bertujuan untuk menyampaikan kebaikkan atau kemaslahatan bersama, untuk itu demokrasi selalu berkaitan dengan persoalan perwakilan kehendak rakyat.

a. Advantages :

- Adanya persamaan dan kebebasan politik.

- Tidak ada stratifikasi ekonomi materil atau moril.

- Bersatu dalam perbedaan.

- Distribusi kekuasaan yang relative merata ada pada presiden atau perdana mentri.

- Kewenangannya adalah rule of law dan konstitusional.

- Rakyat ambil bagian secara aktif atau mekanisme pasar.

- Terjadi Kebebasan PERS.

- Adanya pemilihan Umum untuk menentukan siapa saja yang bisa menjadi wakil rakyat dan Presiden.

b. Disadvantages :

- Masyarakat menjadi terlalu bebas mengeluarkan pendapat sehingga kurang ada sikap saling menghormati satu sama lain.

- Jadi banyak menimbulkan pro dan kontra terhadap suatu keputusan yang kan di ambil.

2. Pilih mana yang menurut anda paling baik ??

· Menurut saya yang paling baik adalah system politik demokrasi, karena seperti yang sudah dijalankan di Indonesia, system politik demokrasi benar-benar memberika kesempatan terhadap seluruh masyarakatnya untuk dapat menyalurkan aspirasi mereka masing-masing pastinya dengan cara yang damai bukan dengan aksi yang anarkis.

Budaya dalam Entertainment

catatan ini saya buat sebagai tugas akhir mata kuliah Media and Entertainment pada semester 4 bersama dengan teman-teman sekelompok.


1.Judul / Topik
Sinetron “si doel anak sekolahan” sebagai entertainment yang sarat budaya betawi di era modern.

2.Situasi terkini
Masyarakat sekarang lebih suka dengan cerita horror, terbukti dalam beberapa tahun terakhir film genre horror lebih mendominasi layar kaca maupun layar lebar, Industri entertainment sekarang ini lebih banyak menjual mimpi, hal-hal yang terkait dengan kemewahan dan sesuatu yang berlebihan dan dampak dari globalisasi itu sendiri membuat masyarakat berkiblat pada budaya barat sehingga kurang tumbuh rasa cintanya terhadap budaya sendiri selain itu masyarakat juga lebih menyukai sesuatu yang kontroversial dan berbau skandal sehingga membuat antusiasme masyarakat hanya untuk jangka waktu tertentu.

Sebagai contoh dalam dunia hiburan saat ini wajah-wajah indo lebih di minati masyarakat seperti Manohara yang memiliki wajah indo dan sulit untuk berbicara bahasa
Indonesia. Skandal rumah tangganya membawa manohara ke puncak popularitas dan memnempatkannya sebagai wanita paling terkenal diIndonesia saat itu. Semua media meliput berita tentang Manohara selama beberapa minggu. Dan hal tersebut berlangsung hanya dalam jangka waktu tertentu, dan kemudian masyarakat akan merasa bosan.
3.Apa yang menarik dan signifikan
  • Cara orang-orang betawi berinteraksi dengan masyarakat modern
- Sebagai contoh Si Doel anak betawi asli yang berasal dari keluarga sederhana dapat bersosialisasi dengan lingkungan tempat dia bekerja yang kebanyakan masyarakat modern.
- Keluarga Si Doel yang berlatar belakang betawi asli dapat hidup rukun berdampingan dengan suku lainya seperti Mas Karyo (Jawa), Tukang Kredit peralatan dapur (Sunda), A Hong (Chinesse) yang memiliki toko material yang naksir Jaenab.
  • Sisi Tradisional dari sinetron si doel di era modern ternyata bisa di jadikan sebagai suatu entertainment.
  • Cara hidup mereka yang sedehana dan realistis dan apa adanya
Menceritakan tentang bahtera kehidupan sebuah keluarga
  • Sisi humor yang terkandung dalam sinetron tersebut memberikan hiburan yang cukup segar dan mengocok perut dalam nuansa betawai yang sangat kental.

4.Kenapa menarik dan signifikan
  • Faktor kelangkaan
Sekarang ini jarang sekali di jumpai sinetron yang mengangkat kehidupan sehari-hari dan sarat unsur budaya.
  • Faktor bahasa
Menggunakan logat bahasa betawi yang kental dalam kehidupan sehari-harinya dan memberikan unsur humor dalam dialog tersebut.
  • Nilai-nilai moral
Mengandung nila-nilai agama,kejujuran,tenggang rasa,kesabaran,kerja keras.dan idealis.

5.Unsur apa yang menarik dan signifikan
  • Unsur Pemain
Cara tokoh berpakaian sehari-hari mencerminkan budaya betawi yang mereka miliki.
  • Karakter Tokoh
Mandra: Tidak bisa membaca, polos, jujur, spontan
Mas Karyo: mas-mas Jawa yang sok bisnisman, jujur, dekat dengan keluarga Doel.
  • Property
Opelet tua yang digunakan babe doel narik, sumur tua ,sepeda ontel Engkongnya doel, bale-bale, burung perkutut mas karyo, warung mak nyak, pintu kamar mandi yang hanya terbuat dari seng, jemuran dari raffia, perlengkapan salon si Atun.
  • Setting tempat : warung yg terpisah dari rumah, rumah mas karyo( tetangga yang hanya di pisahkan pagar bambu)
  • Musik : Tanjidor saat perkawinan atun.

6.Analisis awal
  • Mencerminkan Media sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hiburan-hiburan.
  • Menurut kami, belum ada sinetron lain dengan tema yang sama yang dapat menandingi kesuksesan si Doel Anak Sekolahan. Yakni berawal dari sebuah novel karangan Sumandjaja, kemudian di realisasikan menjadi film pada tahun 1973 bahkan merilis sampai 9 film. Dan pada tahun 1996 di bualtah sinetron Si Doel Anak Sekolahan dengan cerita realistis di tengah tengah modernisasi.
  • Pada masanya Si Doel Anak Betawi meraih kesuksesan dengan rating yang tinggi. Kemudian di lanjutkan dengan kesuksesan Si Doel Anak Sekolahan hingga merilis beberapa season dengan puluhan episode di tiap seasonnya. Hingga kini meskipun sinetron Si Doel Anak Sekolahan sudah tamat, masyarakat masih tetap menanti-nanti dan menikmatinya jika sinetron tersebut di putar kembali.

7.Apa kaitannya dengan teori
Tayangan – tayangan televisi dapat mempengaruhi ataupun merubah pola pikir masyarakat. Dengan ini kami memilih teori pembelajaran secara sosial karena sinetron si Doel menurut kami mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap pola pikir masyarakat.
Kami juga memilih teori kultivasi karena si doel merupakan salah satu sumber pembelajaran budaya dan adat istiadat yang sebelumnya tidak banyak diketahui oleh msyarakat.
a. Teori pembelajaran social (social learning theory),oleh albert bandura yang dikutip oleh ardiyanto dan ardinaya :
teori ini menjelaskan bahwa pemirsa meniru apa yang mereka lihat di televisi melaui suatu proses observational (pembelajaran hasil pengamatan). “Ganjaran” dari karakter TV diterima pemirsa sebagai perilaku antisosial (contoh: toleran terhadap perilaku kriminalitas dan menggandrungi kehidupan glamour seperti di TV).


b. Teori kultivasi
Merupakan sarana utama untuk belajar tentang masyarakat dan budaya melalui kontak dengan TV dan media lain, anda belajar tentang dunia, orang – orangnya, nilai – nilainya serta adat kebiasaannya. Pecandu TV bersikap stereotip tentang sebuah peran dalam serial TV, contohnya pemirsa berpikir bahwa semua bandit berwajah seram. TV merupakan media yang paling ampuh, terutama bila kontak dengan TV sangat sering dan berlangsung dalam waktu yang lama.

8.Analisis berdasarkan teori 1
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, kebanyakan penduduk asli betawi tidak mementingkan pendidikan yang tinggi untuk anak – anak mereka, karena menurut mereka, sekolah – sekolah tinggi adalah peninggalan penjajah (Belanda) sehingga mereka tidak ingin anak – anaknya mengikuti budaya Belanda. Namun dengan adanya sinetron si Doel, pola pikir masyarakat cenderung berubah. Mereka lebih terbuka pada hal – hal baru, terutama pendidikan. Hasil survey menyatakan bahwa banyak dari masyarakat betawi yang akhirnya menyekolahkan anak mereka hingga jenjang yang tinggi.

9.Analisis berdasarkan teori 2
Sinetron si Doel memperkenalkan budaya betawi kepada masyarakat luas. Melalui TV, masyarakat diperkenalkan pada kesederhanaan,cara hidup serta cara mereka bersosialisasi. Pemirsa yang mengikuti sinetron ini, terutama yang tidak pernah melewati penayangannya, akan terbiasa melihat budaya betawi dan lama kelamaan tidak lagi merasa asing dengan kebiasaan itu. Dengan 7 musim penayangannya, masyarakat akhirnya memiliki pikiran ‘stereotype’, contohnya, untuk karakter


KESIMPULAN
Saat ini, masih jarang sinetron yang ide ceritanya mengandung unsure pendidikan. Berbeda dengan tanyangan si Doel anak sekolahan yang memberikan unsur pendidikan dalam pengemasan cerita yang menarik pula. Sinetron ini memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi pemirsanya, agar terdorong untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi dan tidak mudah menyerah dengan penilaian publik yang banyak meremehkan “orang kampung”. Sinetron ini sangat diminati masyarakat, bukan hanya di dalam negri, namun juga luar negri. Si doel anak sekolahan ditayangkan di TV Garuda Belanda. Dan disana pun, sineteron ini mendapat sambutan yang sangat baik. Hal ini membuktikan bahwa Si Doel anak sekolahan sangat sukses menjadi entertainment yang sarat budaya betawi di era modern saat ini.

Tour de Jakarta Project #4

individual report

As a scriptwriter, my overall responsibility is to make a good script. First I and my co-scriptwriter, and the rest of the team have to brainstorm to find an idea about how the show would be. The idea should be distinctive, unique, and exclaimed. We already have a theme, which is Jakarta, so we only have to find the structure about the program. We agreed to make a tourism program and put the Jakarta’s unique tourism object under the spotlight.
Before we make a script, we choose which ones of Jakarta tourism objects that we will visit. My co-scriptwriter and I did the research first from many sources. And we choose to explore Monas, as it becomes the trademark of Jakarta, people should know any details of it. Beside Monas, we also choose Sunda Kelapa Harbor and Jakarta Old City, because both places are very unique and need to be introduced to the world.
Furthermore, we did the research again from internet and books to find the history, unique facts, and any details about the destinations. We want the audience to enlighten their minds when they are watching our program. By doing the research, I personally got more knowledge about Jakarta, my own capital city.
After researching is done, I start writing a script while my co-scriptwriter deals with duration. I imagine how the program would be, how the presenter looked, which camera angle will suit the dialogues, and then make dialogues based on that imagination. I divided the whole program in to 4 segments, including the additional segment which consists of the coverage of event that freshly held in Jakarta.
After writing stage, I have to make sure the dialogues fit the duration, and if the grammar and spelling is correct. I also make sure the presenter remember the script, even I often help them to remember and pronounce the script correctly.
Final touch is put the overall script into different format; production script and rundown.

And my desk job as switcher on live shooting is to switch camera to camera, to make the whole program look better and not monotone. I have to make sure that the timing of switching is exactly fit with what the audiences want to see.

Tour de Jakarta Project #3


logo ini saya buat dengan menggunakan adobe InDesign CS2 untuk melengkapi tugas akhir mata kuliah TV post-production & Editing pada semester 5.

activitas di studio...







Tour de Jakarta Project #2

VT script

Monas

Astrid : “Hi, hi, hi everyone! Astrid’s here, and I will guide you during our tour in Jakarta! Let’s start with… Monumen Nasional!!!

Well, as you can see, I’m in exactly in front of Monas statue. It’s really beautiful in here. We will go up to the top, to see Jakarta’s view from above. It must be exciting! I can’t wait to see it! But, before we go up there, we’ll see what is inside there. Now, let’s come in!”

Narrator : “Monumen Nasional or Monas, or in English we say The National Monument, is the trademark of Jakarta. It is 422 feet (128.7 m) and located in Central Jakarta. This statue is symbolized the fight for Indonesia's independence. The construction began in 1961 under the direction of Indonesian’s first president Sukarno and the monument was opened to the public in 1975.”

Astrid : “Guys, the admission price is only --- rupiahs. Quite cheap, isn’t it? Nah, we’re in now. See, there are museum inside the Monas. Let’s take a look one by one.

VT 2

Sunda Kelapa

Astrid : “Everyone, still with me Astrid. There are so many places worth to explore in Jakarta, one of them is Sunda Kelapa harbor!

This Harbor has been well known since the 12th century, but the existence estimated to be since the 5th century. Wow, can you imagine that? It’s been a long time right?

Everywhere I looked at, I see sea and boats, and ships! Look, you could see ships in a line, which have unique shape and the body painted in some different colors. You know what, the ships, known as Bugis Phinisi, are made by hand out of iron wood. Curious what else is in here? Come with me.”

Narrator : “Sunda Kelapa Harbour is located in Jalan Maritim Raya, North Jakarta. To get here, you could ride Trans Jakarta Busway from the first corridor, with the route of Blok M to Kota Tua. You need to get off at the last station, Kota Tua, and from there you ride a taxi, bajaj or bicycle ojek to Sunda Kelapa Harbor. Sunda Kelapa Harbor is about 2km away from Kota Tua Station.

Sunda Kelapa Harbor was belongs to Sunda Empire with capital of Pajajaran, located at around the current Bogor. At that time Sunda Kelapa Harbor was busily visited for the spicy trading. Foreign ships from China, South India, Japan, and Middle East was docking at Sunda Kelapa Harbor and conducting trading activities by carrying commodities like perfume, horses, wine, porcelain, coffee, silk, textiles and coloring materials to be traded with the spicy.

Astrid : “Wow, look at this. This is fish market. You can take a small rowboat to the Fish Market across the river for about 5,000 Rp. Sunda Kelapa also known as Pasar Ikan (meaning fish market). The fish catch of the day was auctioned in the early morning at the old fish market. The street leading to it was lined with shops selling all sorts of shells, dehydrated turtles, lobsters and mostly everything the seafarer might need. It’s all fresh from the sea. Hmm, smells fishy… hehehe…

How about move on to the Bahari Museum? Come on.”

Narrator : “Museum Bahari save 126 collection objects maritime history. Particularly ships and boats traditional trade. Among the dozens of miniature collection displayed there are 19 boats and 107 native fruit miniature, photos and other marine biota.

(tinggal d kasih penutupnya bwt sesi Sunda Kelapa nh..)

Kota Tua

Astrid : “Guys, after touring the Monas, now move on to Jakarta Old City! Here is an area of Dutch colonization inheritance which was well-known as Batavia in the 17th century. Kota Tua is one of a very interesting place or area to visit when you travel to Jakarta since it’s a center of historical tourism object in Jakarta. If you are a history tour lover, then Jakarta Kota Station is one of the objects you should visit when you visit Jakarta, Indonesia. The architecture design was said to be the best one at its age. As you can see, the roads, buildings, and corners are likely European style. Amazing! Let’s see what else in here!”

Narrator : “To reach Jakarta Old City you could ride a taxi or public transportation, like busway. If you choose to ride busway, please ride the first corridor busway with Blok M to Kota Tua (Old City) route. You need to get off at the Kota Tua Terminal which is the last terminal where the busway will stop before go back to Blok M. You could reach Jakarta History Museum by walk from the terminal, since the distance is only about 300 meters, or you could ride a bicycle which local people call as bicycle ojek.

Jakarta Old Town (Kota Tua Jakarta), also known as Old Jakarta, and Old Batavia (Oud Batavia), is a small area in Jakarta, Indonesia. This special region spans 1.3 square kilometres of both North Jakarta and West Jakarta.

At Kota Tua area you can see old buildings with architecture style influenced by the Dutch or European architecture style, Chinese and even some of them with combination of Dutch and Chinese architecture.”

Astrid : “Look guys where I’m standing now. It’s Kota Intan Bridge. This was constructed in the 17th century by the Dutch government to connect the West Kali Besar and East Kali Besar. Hmm, beautiful isn’t it? Sst, it was told that a famous painter Vincent Van Gogh had visited Batavia before and painted a painting of Kota Intan Bridge. Woow, that’s incredible!”

Astrid : “Here it is! Jakarta History Museum, or in the other name is Museum Fatahillah. This Museum provides information on Jakarta’s history, starting from the prehistoric age to current age, in a creative way, through the collections of the museum. Want to come inside with me? Follow me!”

Narrator : “In VOC era the building where Jakarta History Museum currently stands was occupied as the municipal hall or Staadhuis. Municipal Hall of Batavia was built in 1620 by the General Governer, Jan Pieterszoon, who built Batavia.

Jakarta History Museum has up to 23,500 collections which some inherited from Oud Batavia Museum or Old Jakarta Museum, received from the government of DKI Jakarta, individual or institution grants. Material of the collection were varied, some are of medal, wood, crystal, ceramic, earthenware, porcelain, leather, paper, cloth, and bones. Some collections of Jakarta History Museum are partitions, execution sword, archives cabinet, paintings, and stuffs from prehistoric society, ancient inscription, and weapons. Some of the collections had been more than 1500 years old, especially those stuffs from the prehistoric age.

There is also underground prison located underneath the building under the garden side in the museum.”

Astrid : “Wow, so scary down here. Why don’t we go up stairs?”

Astrid : “Naaah guys, we’re in Museum Wayang now, or shadow puppet museum. This is really good, you guys have to see it. On 7th November, 2003, the United Nation recognized Indonesian wayang as the world heritage of masterpiece creation. Hence, if you visit Jakarta you should put Wayang Museum in one of interesting places list that you must visit. Let’s come in!”

Narrator : “Wayang Museum (used to be called as Shadow Puppet Museum as well) is a museum which keeps collections of wayang from various territories in Indonesia and even from other countries. The idea of building Wayang Museum started when H. Ali Sadikin, the governor of DKI Jakarta, attended the second wayang museum week in 1974.

The collections of Wayang Museum are very various, in both small and big size. Wayang Museum collects Indonesian leather wayangs, like Kedu, Tejokusuman, Ngabean, Surakarta, Banyumas, Cirebon, Gedog, Sadat, Madia Krucil, Sasak, Kaper, Wahyu, Kijang Kencana, Ukur, Suluh, Klitik, and Beber. There are collections of mask which were sourced from Cirebon, Bali, and Center Java. Some other stuffs are also displayed in Wayang Museum, like gamelan, Blencong lamp, glass wayang, zinc wayang, and paintings. There’re some collections that sourced from abroad, some of them are from Kelantan, Malaysia, Suriname, France, Cambodia, and Thailand.”

Astrid : “oh waaah, these are impressive! This museum is really complete! I amaze to all the collections... Well, let’s go out guys. It’s time to visit the legendary station!”

Astrid : “This station was appointed as a historical and cultural landmark in 1993. Also, this is railway station of the Dutch inheritance. Jakarta Kota Station is located at the area of Kota Tua, Jakarta, and that’s why the name became Jakarta Kota Station. Local people called this station as Beos Station.”

Narrator : “Jakarta Kota Station (BEOS) was constructed around 1870, and the building was then closed and renovated in 1926 and became a building like what it looks now. The station was officially announced to be utilized on 8th October 1929 by General Governor Jr. A.C.D. de Graef who was governed at Nederland Indies from 1926 to 1931. The architect who built Jakarta Kota Station was Frans Johan Louwrens Ghijsels, a Dutch architecture engineer who was born in Indonesia.

You may wonder why Jakarta Kota Station is also called as Beos. BEOS is the abbreviation of Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij (East Batavia Train Enterprise). In the glorious time of Batavia, BEOS station was also known as Batavia Zuid (South Batavia Station). Jakarta Kota Station was designed to have 12 railroads which is still utilized until now.”

Tour de Jakarta Project #1

project ini saya buat bersama tmn2 sekelempok saya untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah TV post-production and editing. dalam program Tour de Jakarta ini saya berperan sebagai scriptwriter dan juga switcher.

Production script.

Cam 1: middle shot at Adila
Adila : “Good morning travel lovers! Happy lovely Saturday for you all. I’m Dila and you’re watching the newest and the most fun program about tourism, Tour de Jakarta!

Cam 1 : MCU at Adila
Adila : This is the show where you can get information about the unique and wonderful place to go in Jakarta. Also the budget to spend while we explore it. Well, be proud to be part of Jakarta, everyone! Because this city has so much places that waiting to be explored.

Cam 2 : wide shot at studio
Adila : And in this episode, I’ll be accompanied by Annisa Fitri, one of Abang-None finalist. How are you today? We’re going to discuss about how we can help promoting Jakarta to the world.
Can’t wait to hear it!

Cam 1 MCU at Adila
Adila : Ok, so what are you waiting for?
Are you ready to explore our capital city now?
Let’s check it out!
We already choose Monas as the trademark of Jakarta. After that, we move on to Jakarta Tempo Doeloe, or known as Jakarta Old City as one of the place that have to be explored.
This place is great, feel like we still in the 19th century.

Curious how Monas and Jakarta Old City could be so interesting?
Let’s go there!

Cam 2 wide shot at studio
Adila : Still with me Dila, and my guest star, miss…….. in Tour de Jakarta!
Ok miss …, how do you think about Monas as our trademark?

Cam 3 MCU at Annisa
Annisa : ...

Cam 2 MCU at Studio
Adila : Yeah, that’s right/I agree with you!

Cam 1 MCU at Adila
Adila : Then, what about the Old City? Do you agree that Old City is one of historical sides of Jakarta, and deserve to have special treatment from government?

Cam 3 MCU at Annisa
Annisa : …

Cam 1 MCU at Adila
Adila : Ya, we have to keep maintaining our historical area that still last until now. We should proud to have it.

Cam 2 Wide shot at studio
Adila :Next on, get ready to find out what’s in Sunda Kelapa Harbour. Stay in Tour de Jakarta.

Cam 2 Wide shot at studio
Adila : Back with me Dila, and my guest star, Annisa in Tour de Jakarta!

Cam 1 MCU at Adila
Adila :Well, after touring Monas and The Old City, where will we go? Hmm, how about somewhere far away from the heart of Jakarta? Somewhere in north of Jakarta?
Yes … let’s explore Sunda Kelapa Harbor!

CAM 2 Wide shot at studio
Adila : So, what do you think about Sunda Kelapa Harbor? Is it decent to be promoted?
How we promote that places to travelers?

Cam 3 MCU at Annisa
Annisa : …

Cam 2 Wide shot at studio
Adila : Well, after this I’ll show you special event in Jakarta. So, don’t go anywhere! Stay in Tour de Jakarta!

CAM 2 Wide shot at studio
Adila : Still with me Dila, and my guest star, miss Annisa in Tour de Jakarta!
Well, have you ever came to an event in Jakarta, miss Annisa?
What kind of event do you like to go here? Then, why?
Do you think events in Jakarta could influence to promote Jakarta? Could you tell me about it!

Cam 3 MCU at Annisa
Annisa : …

Cam 1 MCU at Adila
Adila :Ok, talking about event, I have special event for you in Whats on Jakarta.
Check it out!

CAM 2 Wide shot at studio
Adila : So, we already saw 3 tourism places in Jakarta, such a nice place, right miss Annisa??
So, what actions do you suggest to our audience, to help promote Jakarta’s tourism places?

Cam 3 MCU at Annisa
Annisa : ...

Cam 2 Wide shot at studio
Adila : Nice answer. Well miss, thank you for coming and sharing here with us. Success for your career.

Cam 1 MCU at Adila
Adila : See guys, Jakarta has a lot of nice and fun places, you have to come and experience it your self.

Cam 2 wide shot at studio
Adila : Well, we’ve been half an hour accompanied you guys, and it’s time for me to say goodbye.
Remember, keep loving and caring our Jakarta.
I’m Dila and all crew of Tour de Jakarta wishing you a happy weekend, we’ll see you next week in same time and channel. Bye all…

investigative report

tugas ini saya buat sebagai tugas akhir mata kuliah Investigative Reporting pada semester 3. saya melakukan investigasi terhadap pedagang cincau di Cianjur yang ternyata melakukan kecurangan dalam membuat cincau dagangannya, yang bisa membahayakan para konsumen.


Cincau Hijau dengan Segudang Ancaman Kesehatan

CINCAU merupakan bahan makanan tradisional yang telah lama dikenal masyarakat dan digunakan sebagai isi minuman segar. Cincau disenangi karena berasa khas, segar dan dingin serta harganya murah. Ada empat jenis cincau yang dikenal masyarakat, yaitu cincau hijau, cincau hitam , cincau minyak dan cincau perdu. Bentuk fisik keempat tanaman itu amat berbeda satu sama lain. Namun masyarakat Indonesia amat menggemari jenis cincau hijau. Ini karena daun cincau hijau bersifat tipis dan lemas sehingga lebih mudah diremas untuk dijadikan gelatine atau agar-agar. Aroma cincau ini pun tidak langu.

Tanaman dari Asia Tenggara ini punya nama latin Cyclea barbata dan termasuk dalam suku sirawan-sirawanan (Menispermaceae). Batang tanaman yang disebut orang Sunda tarawulu, trewulu, camcauh ini berdiameter sekitar 1 cm dan merambat ke arah kanan pada pohon inang dengan panjang 5 sampai 16 meter.

Bentuk daun tanaman ini berbentuk perisai dan berwarna hijau. Pangkal daun berlekuk, tengah melebar dan ujungnya meruncing dengan panjang antara 5 sampai 16 sentimeter. Tepi daun berombak dan permukaan bawah daun berbulu halus. Sedangkan permukaan atas daun berbulu jarang dan terasa kasar bila dipegang.

Tanaman cincau sering ditemukan tumbuh sebagai tanaman liar, tetapi ada juga yang sengaja dibudidayakan di pekarangan rumah. Tumbuhan ini berkembang subur di dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Tanah yang gembur dengan kadar keasaman 5,5 sampai 6,5 dan lingkungan teduh, lembab dan berair tanah dangkal adalah tempat tumbuh yang subur bagi tanaman ini.

Cincau hijau sejatinya punya banyak khasiat yang baik untuk kesehatan. Kandungan seratnya yang cukup tinggi dan kalorinya yang rendah baik untuk melancarkan pencernaan, serta dipercaya bisa mendinginkan panas dalam. Penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Gizi Departemen Kesehatan terhadap cincau mengungkapkan terdapat 6,23 gram per 100 gram kandungan serat kasar dalam gel cincau. Ini berarti bila cincau dikonsumsi bersama dengan buah dan sayur mayur sehari-hari bisa memadai untuk memenuhi kebutuhan serat harian sebesar 30 gram sehingga bisa membantu memerangi penyakit degeneratif seperti jantung koroner.

Selain itu, daun cincau hijau telah diteliti mengandung karbohidrat, polifenol, saponin, flavonoida dan lemak. Kalsium, fosfor, vitamin A dan B juga ditemukan dalam daun cincau hijau. Kandungan-kandungan ini memungkinkan cincau hijau dimanfaatkan sebagai bahan pembuat obat-obatan, di samping digunakan sebagai minuman penyegar. Penyakit radang lambung, demam dan tekanan darah tinggi bisa dicoba disembuhkan dengan gel cincau hijau.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Sardjito, Dr. Rajiman dan Dr. Bambang Suwitho dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada tahun 1966 menghasilkan penurunan tekanan darah secara signifikan terhadap pasien penderita tekanan darah tinggi, setelah diberi air perasan dari daun cincau segar sebanyak 5 gram yang digerus dengan 150 cc air matang. Pasien harus meminumnya sebanyak dua kali sehari untuk merasakan khasiat cincau hijau (sumber: www.kompas.com).

Baru-baru ini, laporan IPTEK Tim Peneliti dari Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor bersama Bagian Anatomi Patologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bahkan menemukan bahwa cincau hijau mempunyai aktivitas anti-oksidan dan mampu mematikan sel kanker. Menurut salah satu peneliti, Dr Ir Fransiska R Zakaria MSc dari Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, pemberian ekstrak cincau hijau meningkatkan nekrosis (kematian) sel tumor pada mencit secara signifikan. Hasil itu menunjukkan cincau hijau mempunyai komponen bio-aktif yang mampu membunuh sel kanker. Dan yang paling mengejutkan, adalah bahwa ekstrak pelbagai bagian tanaman cincau itu mampu mematikan 55-90 persen sel leukemia. Maka dari itu sangat baik dikonsumsi oleh pengidap kanker (sumber: www2.kompas.com).

Namun, apa jadinya bila ternyata cincau hijau dimanipulasi sedemikian rupa sehingga berbagai khasiat untuk kesehatan yang terkandung di dalamnya malah berbalik merugikan kesehatan dengan ancaman serius seperti penyakit kanker serta serangan jantung koroner?

Tuntutan Hidup di Kampung Kecil

Sebuah investigasi mengenai pembuatan cincau yang membahayakan kesehatan dilakukan di kota Cianjur, Jawa Barat. Bermula dari petunjuk kecil yang dilontarkan seorang kuli bangunan bernama Dirin kepada kami mengenai partner kerjanya yang tidak suka cincau hijau. Usut demi usut, ternyata partner kerja Dirin yang bernama Ihin mengetahui banyak hal tentang penyelewengan yang dilakukan dalam proses pembuatan cincau hijau. Ia pun bersedia membawa kami ke salah satu pembuat sekaligus pedagang minuman cincau hijau di kampung asalnya, Kampung Sampih, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu.

Dengan dalih ingin melakukan liputan mengenai profil pengusaha kecil, kami mendatangi kediaman Pak Aji bin Midi, salah satu pembuat sekaligus pedagang minuman cincau di kampung tersebut. Beliau menyambut kami dengan ramah, dan bersedia membantu dalam pembuatan liputan, serta membiarkan kami mengamati kegiatannya sehari-hari selama beberapa hari.

Pria 50 tahun yang memiliki tujuh anak ini mulai menjajakan cincau lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Ia menanggung beban keluarganya seorang diri karena istrinya yang cacat tanpa jari di tangan kiri dan kedua kakinya tidak bisa membantu bekerja. Rumah tempat tinggalnya sudah sangat rapuh dan tidak layak ditinggali, karenanya ia kini tinggal menumpang di rumah anaknya yang merupakan hasil kerja sang menantu yang bekerja sebagai TKW. Beliau setiap harinya pergi menjajakan cincau pada pagi hari sekitar pukul 09.00 -10.00 dan pulang pada pukul 16.00 sore dengan jarak tempuh berjualan dari kampung ke kampung sekitar 8-10 kilometer.

Dalam sehari Pak Aji bisa mendapatkan keuntungan sebesar tiga puluh ribu sampai tiga puluh lima ribu rupiah dari berjualan cincau keliling kampung bila seluruh dagangannya habis. Apabila ada orang kota yang membeli dagangannya, ia bisa menaikkan harga satu gelas cincau dari lima ratus rupiah sampai seribu rupiah per gelas, sehingga keuntungannya bisa bertambah mencapai empat puluh lima ribu rupiah. Namun bila dagangannya tidak laku, dalam sehari ia hanya mampu membiayai keluarganya dengan hasil yang hanya sepuluh ribu rupiah saja. Sedangkan sisa dagangannya biasa ia bagikan pada anak-anak di kampungnya.

Di penghujung hari itu, kami berbincang mengenai pembuatan cincau yang biasa Pak Aji lakukan. Menurutnya, proses pembuatan cincau hanya butuh waktu sekitar satu jam saja, setelah itu langsung siap dijual. Setelah melakukan pendekatan maksimal, akhirnya beliau mengizinkan kami untuk melihat proses pembuatan cincau yang biasa dilakukannya pada pagi hari, sebelum berangkat untuk berdagang. Betapa mengherankannya, mengingat cincau pada umumnya harus didiamkan selama kurang lebih sepuluh jam sebelum bisa mengeras.

Keesokan harinya, sebelum fajar menyingsing kami sudah bersiap bersama Pak Aji untuk membuat cincau. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat cincau satu resep terdiri dari daun cincau sebanyak satu kaleng biscuit—belum termasuk satu genggam daun yang nantinya tidak perlu diseduh, sebutir kelapa yang kemudian di jadikan santan, dan empat kantung plastic es batu. Sekilas, tidak ada yang beda dari bahan-bahan tersebut. Namun kemudian Pak Aji mengeluarkan sesuatu yang baru, dibungkus kain hanya sebesar ukuran jempol kaki; abu kayu bakar dari pohon karet, ditambahkan sebagai pelengkap bahan-bahan pembuat cincau.

Abu Kayu Bakar, Bisa Membuat Cincau Mengeras Lebih Cepat

Proses pembuatan satu resep cincau terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pembuatan cincau, es serut santan, dan air gula.

Pertama pembuatan cincau menjadi agar-agar terlebih dahulu. Satu takar daun yang ia beli diseduh dengan air mendidih. Lalu daun di masukan dan diremas sampai hancur ke dalam air mentah yang berasal dari sumur sebanyak 15 liter. Tidak lupa ia menambahkan segenggam daun yang tidak diseduh sebelumnya untuk di remas dan dihancurkan ke dalam air 15 liter tadi. Busa yang timbul dari remasan daun dibuang, kemudian air remasan daunnya dimasukkan ke dalam wadah berupa ember bekas cat tembok lalu disaring dengan kain saringan sambil dipindahkan ke dalam wadah yang biasa dibawanya dalam perjalanan menjajakan cincau. Abu yang sudah disiapkan sebesar ukuran jempol kaki di masukkan ke dalam kain dan di remas di dalam air cincau sampai larut. Lalu di aduk sampai merata. Abu tersebut di ambil dari sisa pembakaran kayu bakar yang digunakan untuk memasak. Kayu bakar yang berasal dari pohon karet dibeli Pak Aji dari pasar dekat tempatnya tinggal. Setelah itu, tunggu tiga puluh sampai enam puluh menit sampai cincau mengeras menjadi semacam jelly atau agar-agar.

Suasana tempat Pak Aji membuat cincau di samping sumur.

Tentu, cara seperti ini jauh lebih praktis dan lebih cepat ketimbang harus menunggu semalaman seperti proses pembuatan cincau pada umumnya. Sebagai catatan, Pak Aji membuat cincaunya di luar rumah, di samping sumur tua yang kondisinya sangat tidak higienis dengan banyak unggas berkeliaran di daerah rumahnya.

Sambil menunggu cincau mengeras, Pak Aji membuat es serut santannya. Pertama ia menyerut empat kantung plastic es batu dari air mentah itu satu persatu, menggunakan serutan kayu yang sudah hampir lapuk dan pegangan es dengan paku yang sudah karatan. Kemudian es serut dicampur dengan santan dari satu butir kelapa, dan dimasukkan ke dalam tempat yang dilapis-lapis sedemikian rupa yang bisa menjaga suhu di dalamnya tetap dingin.

Sedangkan untuk membuat air gula, Pak Aji hanya tingal mencampurkan sepertiga bungkus gula biang dan sepertiga tube pewarna makanan warna merah ke dalam 3 liter air.

Menilik langkah-langkah yang di ambil Pak Aji dalam membuat minuman cincau, baik dari alat dan bahan yang digunakan, jelas jauh dari standar Departemen Kesehatan tentang Persiapan Penyediaan Makanan, dimulai dari persiapan, pengolahan sampai


dengan penyajiannya. Hal ini tentu merugikan konsumen, karena tidak amannya bahan serta alat yang digunakan bisa membawa bakteri penyebab berbagai macam penyakit.

Ancaman Kesehatan yang Cukup Serius

Dalam persiapan penyediaan makanan menurut standar Departemen Kesehatan yang diutarakan oleh Ir. Titin Harini, MSc. dan Ir. Ine Indrati Sigit, MPs. dari bagian Direktorat Bina Gizi Masyarakat Depkes R.I. setidaknya mencakup tiga hal, yaitu tahap persiapan, tahap pengolahan, dan tahap penyajian.

  • Pada tahap persiapan, maka beberapa aspek yang harus diperhatikan, adalah:

1. Kebersihan / sanitasi alat,

2. Kebersihan / sanitasi lingkungan,

3. Keamanan dan kebersihan bahan makanan yang akan diolah.

  • Pada tahap pengolahan, perlu diperhatikan beberapa aspek, yaitu:

1. Cara pengolahan,

2. Sanitasi pengolahan (sampai dengan pengepakan),

3. Bahan tambahan makanan yang dipakai (jenis dan jumlahnya)

  • Pada tahap penyajian, hal-hal yang menjadi perhatian adalah:

1. Kebersihan tempat / wadah,

2. Estetika / keindahan penyajian

Sedangkan dalam kasus pembuatan cincau yang dilakukan dengancara Pak Aji, terdapat beberapa penyalahan yang dapat merugikan konsumen, antara lain:

1. Pada pembuatan es, digunakan air mentah yang pada umumnya mengandung E. Coli, yang dapat menyebabkan disentri.

2. Sumur yang dipakai sebagai sumber air untuk pembuatan es dan larutan cincau sangat tidak layak dtinjau dari sisi kebersihan. Lumut menjadi media pertumbuhan berbagai macam bakteri yang dapat menyebabkan disentri atau diare.

3. Pada saat pembuatan cincau, digunakan beberapa bahan yang menurut jenisnya, tidak disarankan ke dalam bahan makanan, yaitu :

a. Abu kayu bakar, merupakan hasil pembakaran yang dapat memperkeruh asupan air dan memperberat kerja ginjal.

b. Gula biang, apalagi dengan perbandingan 1/3 bungkus untuk 3 liter air, termasuk pekat dan berbahaya bagi kerja ginjal dan liver (hati).

c. Pewarna makanan yang biasa dipakai adalah pewarna sintesis (karena biaya produksi dari bahan alami lebih mahal) dan dengan perbandingan 1/3 tube untuk 3 liter air termasuk pekat.

Secara umum, sebagai kesimpulan, pemakaian abu kayu bakar, gula biang dan pewarna makanan dalam pembuatan cincau dapat dikatakan sebaga memasukkan radikal bebas ke dalam makanan yang akan merugikan konsumen.

Radikal bebas jika secara terus-menerus dikonsumsi tubuh akan berdampak kepada :

1. Pembentukan sel kanker,

2. Jika bereaksi dengan kolesterol dalam aliran darah, maka akan menimbulkan kelengketan.

Sifat lengket ibarat permen karet, yang semakin lama akan menimbulkan kerak dan memperkeras pembuluh darah, sehingga semakin lama menyebabkan pengerasan pembuluh darah dan penyumbatan yang disebut dengan aterosclerosis. Keadaaan ini menjadi pemicu penyakit serangan jantung koroner yang jika tidak ditangani bisa menimbulkan kematian.

Maka dari itu, setiap makanan yang kita beli sebaiknya diteliti lebih lanjut apakah proses pembuatannya sesuai dengan standar Persiapan Penyediaan Makanan dari Departemen Kesehatan atau tidak, serta bahan-bahan yang digunakan aman atau tidak bagi tubuh. Karena dengan mengkonsumsi cincau yang proses pembuatannya melenceng saja bisa mengancam kesehatan sedemikian seriusnya. Tidak ada yang akan merasa paling dirugikan apabila kesehatan terganggu akibat sembarangan mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, selain konsumen sendiri.

Amanda Dwi Ayu Utari, Cindy Pratiwi.

MC 11-10 B